Minggu, 20 Januari 2013

Manajemen Sumber Daya Alam

 Manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.
      MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.
Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll.
Unsur MSDM adalah manusia.
     Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.

1.      MACAM-MACAM SUMBER DAYA MANUSIA
Manusia memiliki akal, budi dan pikiran yang tidak dimiliki oleh tumbuhan maupun hewan. Meskipun paling tinggi derajatnya, namun dalam ekosistem, manusia juga berinteraksi dengan lingkungannya, mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungannya sehingga termasuk dalam salah satu faktor saling ketergantungan.

Sumber daya manusia dibagi menjadi dua, yaitu :


A.      Manusia sebagai sumber daya fisik
Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya, manusia dapat bekerja dalam berbagai bidang, antara lain :
Bidang perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan.

B.      Manusia sebagai sumber daya mental
Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan.
Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu mengolah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu mengubah keadaan sumber daya alam berkat kemajuan ilmu dan teknologinya. Dengan akal dan budinya, manusia menggunakan sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan.
Oleh karena itu, manusia tidak dilihat hanya sebagai sumber energi, tapi yang terutama ialah sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang sangat penting bagi perkembangan kebudayaan manusia.

Dalam melakukan perencanaan tenaga kerja kita perlu memperhatikan berbagai aspek, yaitu :
1. Macam-macam kegiatan yang akan dilakukan pada masa mendatang.
2. Jumlah dan mutu karyawan yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan itu.
3. Rencana, mutasi, promosi dan pension karyawan.

Setelah memiliki rencana jumlah dan mutu tenaga kerja perlu dipikirkan cara pengadaannya. Pada dasarnya ada dua alternatif utama dalam pengadaan tenaga kerja. Alternatif pertama adalah mencarinya di pasar tenaga kerja, dan alternatif kedua adalah mempromosikan orang-orang tertentu.

I. Perekrutan

Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak-banyaknya calon tenaga kerja yang sesuai dengan lowongan yang tersedia. Sumber-sumber dimana terdapatnya calon karyawan tersebut dapat diperoleh melalui macam-macam sumber, misalnya lembaga pendidikan, Departemen Tenaga Kerja, biro-biro konsultan, iklan di media massa dan tenaga kerja dari dalam organisasi sendiri.

Prinsip-prinsip rekrutmen
a). Mutu karyawan yang akan direkrut harus sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan untuk mendapatkan mutu yang sesuai. Untuk itu sebelumnya perlu dibuat :
1. Analisis pekerjaan,
2. Deskripsi pekerjaan, dan
3. Spesifikasi pekerjaan.
b). Jumlah karyawan yang diperlukan harus sesuai dengan job yang tersedia untuk mendapatkan hal tersebut perlu dilakukan :
1. Peramalan kebutuhan tenaga kerja, dan
2. Analisis terhadap kebutuhan tenaga kerja (work force analysis)
c). Biaya yang diperlukan diminimalkan.
d). Perencanaan dan keputusan-keputusan strategis tentang perekrutan.
e). fleksibility
f). Pertimbangan-pertimbangan hukum.

II. Penyeleksian

Seleksi adalah kegiatan dalam manajemen SDM yang dilakukan setelah proses rekrutmen selesai dilaksanakan. Hal ini berarti telah terkumpul sejumlah pelamar yang memenuhi syarat untuk kemudian dipilih mana yang dapat ditetapkan sebagai karyawan dalam suatu perusahaan.

Proses seleksi adalah langkah-langkah yang harus dilalui oleh para pelamar sampai akhirnya memperoleh keputusan ia diterima atau ditolak sebagai karyawan baru. Proses tersebut pada umumnya meliputi evaluasi persyaratan, testing, wawancara, ujian fisik. Dalam proses seleksi itu dipakai berbagai macam jenis dalam mengevaluasi persyaratan dan terutama untuk testing.

• Proses seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang dilakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang diterima adalah yang dianggap paling cepat, baik dengan kriteria yang telah ditetapkan ataupun jumlah yang dibutuhkan
• Tes bakat dan kemampuan
• Tes kesehatan, dan
• Wawancara

Setelah proses seleksi selesai, para pelamar yang diterima diangkat menjadi pegawai. Selanjutnya diperlukan proses orientasi. Proses orientasi ini dimaksudkan untuk memperkenalkan pegawai baru kepada situasi kerja dan kelompok kerjanya yang baru. Jadi kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi, yaitu proses pemahaman sikap, standar, nilai, dan pola perilaku yang baru.

Dale Timpe (1989), menegaskan bahwasannya ciri-ciri  pegawai yang produktif adalah :
1. Cerdas dan dapat belajar dengan relatif lebih cepat.
2. Kompeten secara professional.
3. Kreatif dan inovatif.
4. Memahami pekerjaan.
5. Belajar dengan ‘cerdik’, menggunakan logika, efisien, tidak mudah macet dalam pekerjaan.
6. Selalu mencari perbaikan-perbaikan.
7. Dianggap bernilai oleh atasannya.
8. Selalu meningkatkan diri.

Hasil test seorang calon karyawan dikatakan valid, bila skornya tinggi dan kenyataan di lapangan memang sesuai. Metode seleksi mungkin saja dapat dipercaya tetapi tidak valid, namun metode seleksi yang tidak dapat dipercaya tentu saja tidak akan valid.

Beberapa instrument yang dapat digunakan dalam seleksi, yaitu :
• Surat-surat rekomendasi
• Surat lamaran
• Tes kemampuan (Test Potensi Akademik : TPA)
• Tes kepribadian
• Tes psikologi
• Wawancara
• Assessment center
• Drug test
• Honesty test
• Handwriting analysis


III. Orientasi

Program pelatihan (training) bertujuan untuk memperbaiki penguasaan berbagai keterampilan dan teknik pelaksanaan kerja tertentu untuk kebutuhan sekarang, sedangkan pengembangan bertujuan untuk menyiapkan pegawainya siap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datang. Pengembangan bersifat lebih luas karena menyangkut banyak aspek, seperti peningkatan dalam keilmuan, pengetahuan, kemampuan, sikap, dan kepribadian. Program latihan dan pengembangan bertujuan antara lain untuk menutupi ‘gap’ antara kecakapan karyawan dengan permintaan jabatan, selain itu juga untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran kerja.

Untuk melaksanakan program pelatihan dan pengembangan, manajemen hendaknya melakukan analisis tentang kebutuhan, tujuan, sasaran, serta isi dan prinsip belajar terlebih dahulu agar pelaksanaan program pelatihan tidaklah sia-sia. Agar prinsip belajar menjadi pedoman cara belajar, program hendaknya bersifat partisipatif, relevan, memungkinkan terjadinya pemindahan keahlian serta memberikan feedback tentang kemajuan peserta pelatihan.

Pelatihan dapat terlaksana disebabkan oleh banyak hal yang menurut Barry (1994) karena adanya :
• Perubahan staf
• Perubahan teknologi
• Perubahan pekerjaan
• Perubahan peraturan hukum
• Perkembangan ekonomi
• Pola baru pekerjaan
• Tekanan pasar
• Kebijakan sosial
• Aspirasi pegawai
• Variasi kinerja
• Kesamaan dalam kesempatan

Rekrutmen dan seleksi termasuk fungsi-fungsi MSDM yang mempunyai peranan strategis dalam mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sebagaimana ditetapkan dalam analisis pekerjaan khususnya deskripsi dan spesifikasi. Kedua kegiatan tersebut didahului oleh kegiatan analisis pekerjaan dan perencanaan sumber daya manusia. Hal ini berarti bahwa kegiatan rekrutmen dan seleksi harus didasarkan pada suatu kebutuhan yang dialami organisasi, baik dalam fisik maupun dari segi kemampuan dan keterampilan. Pelaksanaan kedua kegiatan tersebut secara wajar dan dikerjakan sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen yang baik, akan dapat mencegah suatu organisasi akan mengalami surplus pegawai.

Penataan seleksi dan rekrutmen yang lebih baik juga mempunyai dampak yang besar terhadap pelaksanaan fungsi-fungsi SDM lainnya, seperti orientasi dan penempatan, latihan dan pengembangan, perencanaan dan pengembangan karier, evaluasi kinerja, kompensasi.


2.      PERKEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Revolusi industri abad ke 20 dan revolusi teknologi abad ke 19 mengubah makna tenaga kerja itu sendiri, dimana kebanggan hasil kerjanya menjadi berkurang.
Akibat revolusi industri dan teknologi terhadap tenaga kerja adalah :
-          Berkembangnya spesialisasi, secara ekonomis menguntungkan, hasil kerjanya lebih banyak dan orang akan ahli dalam bidangnya
-          Hambatan pengembangan diri, bagi kelompok tertentu secara sosiologis disebut blok of mobility (sekat-sekat mobilitas masyarakat)
-          Perubahan yang terus menerus, merugikan tenaga kerja dengan perubahan bidang industri dan teknologi

3.      PEMANFAATAN SUMBER TENAGA KERJA DAN KOMPENSASI
PROGRAM KOMPENSASI KARYAWAN DIRANCANG :
-          Menarik karyawan yg cakap ke dalam organisasi
-          Memotivasi karyawan mencapai prestasi unggul
-          Mencapai masa dinas yg panjang

Sesuai fungsinya, didalam perusahaan ada dua macam tenaga kerja :
-          Tenaga Eksekutif, mengambil keputusan dan melaksanakan fungsi organik manajemen
-          Tenaga Operatif, tenaga terampil, menguasai pekerjaan, sehingga tugas dapat dilaksanakan dengan baik.
Ada tiga tenaga terampil, yaitu :
-          Tenaga terampil (skilled labor)
-          Tenaga setengah terampil (semi skilled labor)
-          Tenaga tidak terampil (unskilled labor)

Penentuan jumlah tenaga kerja, meliputi dua hal pokok , yaitu :
-          Analisis Beban Kerja, meliputi peramalan penjualan (sales forecast), penyusunan jadwal waktu kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja untuk membuat satu unit barang
-          Analisis tenaga kerja, menghitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu periode


4.      HUBUNGAN PERBURUHAN
Bila terjadi ketidak kesepakatan, buruh punya senjata yang dapat digunakan :
-          Boikot
-          Pemogokkan
-          Penghasutan
-          Memperlambat kerja


5.      MENGAPA PARA PEKERJA MENDIRIKAN SERIKAT PEKERJA
Serikat Pekerja atau karyawan (Labor Union atau Trade Union) adalah organisasi pekerja yang dibentuk untuk mempromosikan atau menyatakan pendapat, melindungi, dan memperbaiki melalui kegiatan kolektif,  kepentingan sosial, ekonomi dan politik anggotanya.


6.      PERSERIKATAN SAAT INI
Tipe-tipe karyawan saat ini :
-          Craft Unions
Anggotanya karyawan yang punya ketrampilan yang sama seperti tukang kayu
-          Industrial Unions
Dibentuk berdasarkan lokasi pekerjaan yang sama, serikat ini terdiri pekerja tidak berketrampilan maupun berketrampilan dalam perusahaan atau industri tertentu
-          Mixed Unions
Mencakup pekerja terampil, tidak terampil dan setengah terampil dari suatu lokal tertentu tidak memandang dari industri mana

7.      HUKUM-HUKUM YANG MENGATUR HUBUNGAN ANTAR TENAGA KERJA DENGAN MANAJER
Ada tiga perjanjian kerja bersama, yaitu :
-          Closed Shop Agreement
Hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota serikat (persatuan)
-          Union shop Agreement
Mengaharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk periode waktu terentu
-          Open Shop Agreement
Memberikan kebebasan pekerja untuk menjadi atau tidak anggota serikat kerja


8.      BAGAIMANA SERIKAT PEKERJA DIORGANISASI DAN DISAHKAN
Permasalahan mengenai hak seseorang untuk mendirikan dan turut serta dalam serikat pekerja. Sebagaimana diatur dalam konstitusi Negara kita UUD 1945, pasal 28E yang berbunyi:
“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.”
Selain itu dalam pasal 39 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang hak asasi manusia disebutkan bahwa “Setiap orang berhak untuk mendirikan serikat pekerja dan tidak boleh dihambat utnuk menjadi anggotanya demi melindungi dan memperjuangkan kepentingannya serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”
Serta masih banyaklagi ketentuan yang mengatur mengenai hal ini, diantaranya:
-          Pasal 23 ayat (4) Declaration of Human Rights.
-          Pasal 8 International Convenants on Economic, social and Cultural
-          Pasal 104 dan 137 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
Sebagai Negara hukum, salah satu ciri yang harus dipenuhi Negara, adalah perlindungan dan jaminan hak asasi manusia atas seluruh warga negaranya. Seperti halnya Indonesia yang bercita-cita menjadi Negara berlandaskan hukum, maka pemerintah Indonesia harus dapat mewujudkan dan menjamin hak atas kesejahteraan sosial bagi warga negaranya. Oleh karena itu, dengan adanya ketentuan yang menjamin hak atas kesejahteraan tersebut diatas, maka dalam hal ini pemerintah juga harus turut serta dalam pemenuhan akan hak-hak itu.


sumber : http://karinadevianta.blogspot.com/2012/01/bab-10-manajemen-sumber-daya-manusia.html

Organisasi Internasional


Organisasi Internasional adalah suatu bentuk organisasi dari gabungan beberapa negara atau bentuk unit fungsi yang memiliki tujuan bersama mencapai persetujuan yg juga merupakan isi dari perjanjian atau charter. Contoh organisasi-organisasi internasional adalah : 

1. PBB 
Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB (United Nations atau UN) adalah sebuah organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum internasional, pengamanan internasional, lembaga ekonomi, dan perlindungan sosial. Perserikatan Bangsa-bangsa didirikan di San Fransisco pada tanggal 24 Oktober 1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaks di Washington DC, namun sidang umum yang pertama dihadiri wakil dari 51 negara dan baru berlangsung pada 10 Januari 1946 (di Church House, London). Dari 1919 hingga 1946, terdapat sebuah organisasi yang mirip, bernama Liga Bangsa-bangsa, yang bisa dianggap sebagai pendahulu PBB. Sejak didirikan di San Fransisco pada 24 Oktober 1945, sedikitnya 192 negara menjadi anggota PBB. Semua negara yang tergabung dalam wadah PBB menyatakan independensinya masing-masing, selain Vatikan dan Takhta Suci serta Republik Cina (Taiwan) yang tergabung dalam wilayah Cina pada 1971. Hingga tahun 2007 sudah ada 192 negara anggota PBB. Sekretaris Jendral PBB saat ini adalah Ban Ki-Moon asal Korea Selatan yang menjabat sejak 1 Januari 2007. 

2. NATO 
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organisation/NATO) adalah sebuah organisasi internasional untukkeamanan bersama yang didirikan pada tahun 1949, sebagai bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara yang ditanda tangani di Washington, DC pada 4 April 1949. Nama resminya yang lain adalah dalam bahasa perancis : l’Organisation du Traité de l’Atlantique Nord (OTAN). Pasal utama persetujuan tersebut adalah Pasal V, yang berisi : 
"Para anggota setuju bahwa sebuah serangan bersenjata terhadap salah satu atau lebih dari mereka di Eropa maupun di Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota. Selanjutnya mereka setuju bahwa, jika serangan bersenjata seperti itu terjadi, setiap anggota, dalam menggunakan hak untuk mepertahankan diri secara pribadi maupun bersama-sama seperti yang tertuang dalam Pasal ke-51 dari Piagam PBB, akan membantu anggota yang diserang jika penggunaan kekuatan semacam itu, baik sendiri maupun bersama-sama, dirasakan perlu, termasuk penggunaan pasukan bersenjata, untuk mengembalikan dan menjaga keamanan wilayah Atlantik Utara". 
Pasal ini diberlakukan agar jika sebuah anggota Pakta Warsawamelancarkan serangan terhadap para sekutu Eropa dari PBB, hal tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota (termasuk Amerika Serikat sendiri), yang mempunyai kekuatan militer terbesar dalam persekutuan tersebut dan dengan itu dapat memberikan aksi pembalasan yang paling besar. Tetapi kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan dari Eropa Barat ternyata tidak menjadi kenyataan. Pasal tersebut baru mulai digunakan untuk pertama kalinya dalam sejarah pada 12 September 2001, sebagai tindak balas terhadap serangan teroris 11 September 2001 terhadap AS yang terjadi sehari sebelumnya. 

3. ASEAN 
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asia Nations(ASEAN) merupakan sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok oleh Indonesia,Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. Negara-negara anggota ASEAN mengadakan rapat umum pada setiap bulan November. Prinsip-prinsip utama ASEAN adalah sebagai berikut : 

  • Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
  • Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
  • Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
  • Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
  • Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
  • Kerjasama efektif antara anggota
Kini ASEAN beranggotakan semua negara di Asia tenggara (kecualiTimor Leste dan Papua Nugini). Berikut ini adalah negara-negara anggota ASEAN yaitu : 
  • Indonesia
  • Filipina
  • Malaysia
  • Singapura
  • Thailand
  • Brunei Darrussalam
  • Vietnam
  • Laos
  • Myanmar
  • Kamboja
4. OKI 
Organisasi Konferensi Islam (OKI) adalah sebuah organisasi antar pemerintahan yang menghimpun 57 negara di dunia. OKI didirikan di Rabat, Maroko pada 12 Rajab 1389 H (25 September1969) dalam Pertemuan Pertama para Pemimpin Dunia Islam yang diselenggarakan sebagai reaksi terhadap terjadinya peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa pada 21 Agustus 1969 oleh pengikut fanatik Kristen dan Yahudi di Yerussalem.


sumber: http://haldyfrns.blogspot.com/2013/01/organisasi-internasional.html

Jumat, 18 Januari 2013

Kebudayaan Organisasi

Budaya organisasi sangatlah penting dalam memahami konsep organisasi dan budaya. Budaya organisasi dapat mempengaruhi cara orang dalam berperilaku dan harus menjadi patokan dalam setiap program pengembangan organisasi dan kebijakan yang diambil. Hal ini terkait dengan bagaimana budaya itu mempengaruhi organisasi dan bagaimana suatu budaya itu dapat dikelola oleh organisasi. Pengertian Budaya Organisasi adalah nilai, norma, keyakinan, sikap dan asumsi yang merupakan bentuk bagaimana orang-orang dalam organisasi berperilaku dan melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan. Nilai adalah apa yang diyakini bagi orang-orang dalam berperilaku dalam organisasi. Norma adalah aturan yang tidak tertulis dalam mengatur perilaku seseorang. 

Pengertian di atas menekankan bahwa budaya organisasi berkaitan dengan aspek subjektif dari seseorang dalam memahami apa yang terjadi dalam organisasi. Hal ini dapat memberikan pengaruh dalam nilai-nilai dan norma-norma yang meliputi semua kegiatan bisnis, yang mungkin terjadi tanpa disadari. Namun, kebudayaan dapat menjadi pengaruh yang signifikan pada perilaku seseorang. Berikut adalah beberapa pengertian dari budaya organisasi: 

• Budaya organisasi mengacu pada hubungan yang unik dari norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan dan cara berperilaku yang menjadi ciri bagaimana kelompok dan individu dalam menyelesaikan sesuatu. Eldridge dan Crombie (1974).
• Budaya merupakan sistem aturan informal yang menjelaskan bagaimana seseorang berperilaku dalam sebagian besar waktunya. . Deal dan Kennedy (1982).
• Budaya Organisasi adalah sebuah pola asumsi dasar yang diciptakan, ditemukan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan dalam berperilaku dalam organisasi. Dimana akan diturunkan kepada anggota baru sebagai cara bagaimana melihat, berpikir, dan merasa dalam organisasi. Schein (1985).
• Budaya adalah keyakinan, sikap dan nilai-nilai yang dipegang dan ada dalam sebuah organisasi. Furnham dan Gunter (1993). 

Karakteristik suatu budaya menurut Furnham dan Gunter (1993) adalah Budaya itu sulit untuk didefinisikan karena memiliki struktur yang multidimensi dengan komponen yang berbeda pada setiap tingkat. Budaya juga bersifat dinamis dan selalu berubah dan menjadi relatif stabil pada jangka waktu yang singkat. Perlu waktu dalam merubah suatu budaya terutama dalam budaya organisasi. Menurut Furnham dan Gunter (1993), budaya merupakan alat perekat sosial dan menghasilkan kedekatan, sehingga dapat memperkecil diferensiasi dalam sebuah organisasi. Budaya organisasi juga memberikan makna bersama sebagai dasar dalam berkomunikasi dan memberikan rasa saling pengertian. Jika fungsi budaya ini tidak dilakukan dengan baik, maka budaya secara signifikan dapat mengurangi efisiensi organisasi.

sumber : http://riyanajisaputro.blogspot.com/2010/10/kebudayaan-organisasi.html

Sejarah Musik | Sejarah HEAVY METAL





Led Zeppelin | sejarah aliran | sejarah Heavy metal
Led Zeppelin


Led Zeppelin | sejarah aliran | sejarah Heavy metal
deep purple
Heavy Metal (sering disebut dengan Metal) adalah jenis music rock yang berkembang pada akhir tahun 60-an dan awal tahun 70an, berkembang pesat di Inggris dan Amerika. Dengan akar dari Blues Rock dan Psycedelic Rock, band yang menciptakan heavy metal mengembangkan suara yang kencang, menggelegar, ditandai dengan distorsi gitar yang sangat kuat, solo gitar panjang, ketukan cepat, baik disemua instrumentasi alat musiknya. Lirik heavy metal berkaitan dengan maskulinitas dan kejantanan.

Band heavy metal pertama dalam sejarah adalah Led Zeppelin, Black Sabbath, dan deep purple menarik perhatian penonton yang besar, walaupun mereka sering di kritik, di caci maki, sebuah hal yang umum terjadi sepanjang sejarah aliran musik. Pada pertengahan tahun 70an Judas Priest membantu memacu evolusi aliran dengan menghilangkan unsur blues. Motorhead memperkenalkan sensitivitas Punk Rock yang lebih meningkatkan kecepatan. Band – band yang tergabung dalam aliran New Wave Of British Heavy Metal adalah Iron Maiden diikuti dalam nada yang sama. Sebelum akhir decade, para penggemar heavy metal sering disebut dengan “ metalheads” atau “headbangers”.


Sepanjang tahun 80an, glam metal menjadi lebih komersil dengan grup sepertiMötley Crüe dan Poison. Underground menciptakan susunan music yang lebih ekstrim dan gaya yang agresif :thrash metal memasuki aliran ini dengan band – band pendukung yaitu metalica, megadeath, slayer, dan anthrax, sementara gaya musik lain yang merupakan subaliran yang lebih ekstrim adalah death metal dan black metal yang tetap menjadi fenomena subkultural. Sejak pertengahan tahun 90an, gaya yang popular seperti nu metal, yang sering menggabungkan dengan aliran grunge dan hip hop, dan metalcore yang merupakan gabungan dari extreme metal dengan hardcore punk, telah memperluas definisi dari aliran tersebut.


Karakteristik. 
Karakter heavy metal biasa adalah distorsi gitar yang kencang, ritem yang tegas, suara hentakan bass-dan-drum suara, dan vokal yang kuat. Aliran metal biasanya menekankan, mengubah, atau menghilangkan satu atau beberapa hal. New York Times mengkritik tulisa John Pareles “Dalam hal kepopuleran,heavy metal adalah subspecies utama dari hard-core yang berkembang dari simklopasi yang kurang, sedikit blues, kemampuan bermusik yang handal dan lebih banyak kekerasan”. Tipikal para anggota pada bang tersebut adalah seorang drummer, seorang bassist, seorang rhythm gitaris, seorang lead gitar, dan seorang penyanyi yang bisa jadi adalah seorang pemai salah satu instrument music atau bukan. Seorang keyboardist biasanya di-ikutserta-kan ke dalam anggota band untuk menambah kekentalan music dan suara.
Led Zeppelin | sejarah aliran | sejarah Heavy metal
Black Sabbath
Elektrik gitar dan sonic power yang dihasilkan dari amplifier adalah beberapa hal yang menjadi kunci elemen aliran heavy metal. Peran dari lead gitar sering bertabrakan dengan “frontman” yang seharusnya ada di heavy metal band seperti contohnya vokalis, menciptakan tekanan dari “pesaing yang dominan” pada semangat “persaingan”. Heavy metal “memerlukan subordinasi suara” untuk mendominasi suara pada band. Merefleksikan aliran metal pada persaingan tahun 60an, sebuah “penampakan emosi yang tegas” memerlukan suaradari vokalis sebagai tanda dari keaslian band tersebut. Mencerminkan aliran metal tahun 1960, diperlukan vocal sebagai ciri khas nya. Vokal di benad metal sangat beragam, dari multioktaf, bersifat teatrikal dari Judas Priest Rob halford dan Iron Maiden Bruce Dickson dengan gaya kasar Lemmy dari Motorhead dan James dari Metallica, sampai gauman dari banyak pemain death metal dan jeritan keras black metal.

Peran penting dari basis juga menjadi kunci di music metal, dan permainan bass dan gitar sebagai pusat permainan music. Suara bass memerlukan suara yang rendah yang memang penting dalam permainan music metal. Bass metal sangat kompleks dan beragam, dari menekan senar rendah sebagai dasar untuk menciptakan suara riff kompleks dan hanya mengikuti ritme gitar. Beberapa band menggabungkan bas dan instrumen inti, sebagai contoh yang mempopulerkan adalah Cliff Burton dari Metallica pada awal tahun 1980.

Inti dari drum metal adalah menciptakan suara and irama konstan menggunakan “kecepatan trifecta, tenaga dan presisi”. Drum metal yang kontinu dan drummer harus mengembangkan “perhitungan kecepatan, koordinasi, dan ketangkasan…..untuk memainkan music” yang digunakan di metal. Karakter dari drum music metal menggunakan tehnik seperti menabuh simbal dan dengan segera meredam suara simbal tersebut dengan meraih bagian simbal dengan tangan lain, menciptakan suara hentakan.

Dalan performa langsung, kenyaringan sebuah “serangan suara” di sosiolog Deena Weinstein mendeskripsikan bahwa hal itu penting. Dalam bukunya Metalheads, psikolog Jeffrey Arnett menyebut konser metal adalah “bagikan perang”. Setelah set dipimpin oleh Jimi Hendrix, Cream, dan The Who, heavy metal menetapkan standar baru untuk level suara.. Seperti Dick Peterson dari Blue Career yang mengatakan “yang kami tahu hanyalah kami ingin lebih kencang lagi”. 



BAHASA MUSIK
Ritme dan tempo
Ritme dalam lagu-lagu heavy metal sangat tegas, dengan tekanan yang memang ditonjolkan. Weinstein mengamati bahwa beragam efek sonic tersedia untuk drummer metal memungkinkan terciptanya “pola ritmik untuk kompleksitas dan insistensi”. Tempo yang digunakan pada music heavy metal cenderung berat. Bagaimanapun, pada akhir tahun 1970 band band metal menggunakan berbagai macam tempo.

Harmoni
Salah satu tanda dari aliran ini adalah chord gitar listrik. Dalam istilah teknis, daya akord nya agak sederhana. : melibatkan hanya satu interfal utama, umumnya lima yang sempurna, meskipun satu oktaf dapat ditambahkan sebagai dua kali lipat dari root.

Khas harmoni struktur
Heavy metal biasanya didasarkan pada riff yang dibuat dengan tiga sifat harmonik utama: progresi skala modal, tritone dan progresi berwarna, dan penggunaan pedal poin. Heavy metal tradisional cenderung menggunakan skala modal, khususnya Aeolian dan Frigia mode. Heavy metal telah membuat ekstensif menggunakan tritone di solo gitar dan riff, seperti pada awal "Black Sabbath"

Hubungan dengan music klasik
Ritchie Blackmore, pendiri Deep Purple dan Rainbow, dikenal karena pendekatan neoklasik dalam pertunjukan gitarnya. Banyak gitaris berpengaruh seperti Uli Jon Roth, Yngwie Malmsteen atau Eddie Van Halen mengklaim bahwa komposer klasik adalah inspirasi yang sangat penting dalam karir mereka.

Robert walser berpendapat bahwa, disamping blues dan R&B, “sekumpulan gaya music yang berbeda dikenal sebagai musik klasik” telah menjadi pengaruh besar terhadan heavy metal sejak aliran pertama. Dia mengklaim musisi paling berpengaruh pada metal berpengaruh pada pemain gital yang juga blajar music klasik.

Tema lirik
Kematian adalah tema dominan dalam heavy metal, secara rutin menampilkan dalam lirik dari band-band seperti dinyatakan sangat berbeda seperti Slayer dan WASP Bentuk yang lebih ekstrim dari death metal dan grindcore cenderung memiliki lirik yang agresif dan berdarah. Berasal dari akar genre dalam musik blues, seks merupakan topik penting dari lirik sugestif Led Zeppelin untuk referensi lebih eksplisit dari glam dan band nu metal. Tragedi Romantic. Adalah tema standar gothic dan doom metal, serta nu metal, dimana kecemasan remaja merupakan topik sentral. Lagu Heavy metal sering menampilkan aneh, fantasi-diilhami lirik, meminjamkan mereka sebuah kualitas pelarian. Lagu Iron Maiden, misalnya, sering terinspirasi oleh mitologi, fiksi, dan puisi, seperti "Rime dari Ancient Mariner"

Gambar dan fashion
Untuk seniman tertentu dan band, citra visual memainkan peran besar dalam heavy metal. Selain suara dan lirik, "image" sebuah band heavy metal yang dinyatakan dalam seni tato, logo, set panggung, pakaian, dan video musik. Beberapa heavy metal bertindak seperti Alice Cooper, Kiss, Lordi dan Gwar memiliki kepribadian unik dan pertunjukan panggung. Awalnya diadopsi dari subkultur hippie, dengan rambut heavy metal 1980-an dan 1990-an "melambangkan kebencian, kecemasan dan kekecewaan generasi yang tampaknya tidak pernah merasa di rumah, "menurut wartawan Nader Rahman. Rambut panjang memberi anggota komunitas metal "kekuatan yang mereka butuhkan untuk memberontak terhadap apa-apa pada umumnya."

Gerakan fisik
Musisi metal banyak terlibat dalam headbanging. Sering ditekankan oleh rambut panjang. The Corna, atau tanduk setan, gerakan tangan, juga luas, dipopulerkan oleh vokalis Ronnie James Dio.
Peserta dari konser metal tidak menari dalam arti biasa, Deena Weinstein berpendapat bahwa ini adalah karena penonton musik yang sebagian besar laki-laki dan "ideologi heterosexualist ekstrim." Dia mengidentifikasi dua gerakan tubuh utama yang pengganti untuk menari:. Headbanging dan dorong mendorong yang merupakan sebuah tanda penghargaan dan sikap berirama.

Penggemar
Deena Weinstein berpendapat bahwa heavy metal telah menundukkan genre rock banyak lainnya sebagian besar disebabkan oleh munculnya sebuah subkultur, intens eksklusif, sangat maskulin. Sementara peminat musik metal sebagian besar masih muda, berkulit putih, laki-laki, kelompok ini "toleran terhadap orang-orang di luar basis inti demografis yang mengikuti gaya berpakaian, penampilan, dan perilaku." Identifikasi dengan subkultur diperkuat tidak hanya oleh pengalaman bersama datang ke suatu konser dan kesamaan gaya busana, tetapi juga oleh berkontribusi terhadap majalah metal dan web.

Adegan metal telah ditandai sebagai "subkultur keterasingan", dengan kode identik tersendiri. Kode ini menempatkan beberapa tuntutan pada pemain:. Mereka harus muncul baik benar-benar dikhususkan untuk musik mereka dan setia kepada subkultur yang mendukungnya; mereka harus tertarik pada daya tarik utama dan hits radio, dan mereka tidak harus "menjual" untuk penggemar sendiri. (dan beberapa penggemar lainnya) sebagai "posers" "yang berpura-pura menjadi bagian dari subkultur.

Etimologi
Asal usul "heavy metal" dalam konteks musik tidak pasti. Ungkapan ini telah digunakan selama berabad-abad dalam kimia dan metalurgi, di mana tabel periodik menyelenggarakan unsur metal baik ringan dan berat. Awal penggunaan istilah dalam budaya populer modern adalah dengan countercultural penulis William S. Burroughs. 1962 novelnya The Soft Machine mencakup sebuah karakter yang dikenal sebagai "Uranian Willy, Kid Heavy Metal." Novel berikutnya Burroughs ini, Nova Express (1964), mengembangkan tema, dengan menggunakan heavy metal sebagai metafora untuk obat adiktif.

Sejarawan metal Ian Christe menggambarkan apa komponen istilah "hippiespeak": "berat" adalah kira-kira sama dengan "ampuh" atau "mendalam," dan "metal" menunjuk jenis tertentu suasana hati, grinding dan berbobot seperti metal. Kata "berat" dalam pengertian ini adalah elemen dasar hippi dan kemudian countercultural gaul, dan referensi untuk "musik berat"-biasanya lebih lambat, lebih diperkuat variasi dari standar tarif pop-sudah umum pada pertengahan 1960-an. Debut album Iron Butterfly ini, dirilis pada awal 1968, berjudul Heavy. Penggunaan tercatat pertama dari "heavy metal" adalah referensi ke sebuah sepeda motor di Steppenwolf lagu "Born to Be Wild", juga dirilis tahun itu.

Sejarah
Klasik gitar heavy metal yang gaya, dibangun di sekitar distorsi berat riff dan power chords, jejak akarnya ke awal 1950-an gitaris Memphis blues listrik seperti Joe Hill Louis, Willie Johnson, dan khususnya Pat Kelinci, yang menangkap "grittier, nastier, suara gitar listrik yang lebih garang "pada catatan seperti James Cotton" Blues Cotton Tanaman "(1954); akhir 1950-an instrumental dari link Wray, khususnya" Rumble "(1958);] awal 1960-an surfing musik rock Dick Dale, termasuk "Ayo Trippin '" (1961) dan "Misirlou" (1962); dan versi The Kingsmen tentang "Louie, Louie" (1963), yang membuatnya standar rock garasi. Namun, garis keturunan langsung genre dimulai pada pertengahan 1960-an.

Origin 1960-an dan awal 1970-an
Pada tahun 1968, suara yang akan menjadi dikenal sebagai heavy metal mulai menyatu. Pada Januari, San Francisco Band Blue Cheer merilis sebuah cover dari klasik Eddie Cochran "Blues Summertime", dari album debut mereka Vincebus Eruptum, bahwa banyak yang menganggap rekaman metal pertama benar-benar berat. Pada bulan yang sama, Steppenwolf merilis self- berjudul debut album, termasuk "Born to Be Wild", yang mengacu pada "heavy metal yang garang" dalam menggambarkan sebuah sepeda motor.

The Jeff Beck Group, yang pemimpinnya telah mendahului Halaman sebagai gitaris The Yardbirds ', merilis rekaman debut pada bulan yang sama. Pada bulan Oktober, band baru Page, Led Zeppelin, membuat debut hidup mereka. The Beatles 'disebut White Album, yang juga keluar bulan itu, termasuk "Birthday" dan "Helter Skelter", maka salah satu lagu yang terdengar terberat yang pernah dirilis oleh band besar. The Pretty Things' rock opera, dirilis pada bulan Desember.

Pada Januari 1969, Led self-titled debut album Zeppelin dirilis dan mencapai nomor 10 di chart album Billboard. Pada bulan Juli, Zeppelin dan trio kekuasaan dengan suara Cream-terinspirasi, tapi lebih kasar, Grand Funk Railroad, memainkan Festival Pop Atlanta. Di bulan yang sama, trio Cream lain-berakar dipimpin oleh Leslie West dirilis Mountain, sebuah album penuh dengan blues rock gitar berat dan vokal menderu. Pada bulan Agustus, kelompok-sekarang sendiri dijuluki Mountain-memainkan set selama satu jam di Festival Woodstock.

Mainstream: akhir 1970-an dan 1980-an
Punk rock muncul pada pertengahan 1970-an sebagai reaksi terhadap kondisi sosial kontemporer serta apa yang dianggap sebagai musik, rock overindulgent dioverproduksi waktu, termasuk logam berat. Penjualan music heavy metal menurun tajam pada akhir 1970-an dalam menghadapi punk, disko, dan rock yang lebih utama. Dengan label besar terpaku pada punk, banyak yang lebih baru British heavy metal band yang terinspirasi oleh agresif gerakan, keuatan suara yang tinggi dan "lo-fi". Makalah musik Inggris seperti NME, menciptakan "New Wave of British Heavy Metal" NWOBHM band termasuk Iron Maiden, Saxon, dan Def Leppard reenergized genre heavy metal.. Setelah memimpin ditetapkan oleh Judas Priest dan Motörhead.

Terinspirasi oleh keberhasilan Van Halen, adegan metal mulai berkembang di California Selatan pada akhir 1970an. Berdasarkan klub dari Sunset Strip LA, band-band seperti Quiet Riot, Ratt, Motley Crue, dan WASP dipengaruhi oleh heavy metal tradisional tahun 1970 sebelumnya dan dimasukkan drama (dan kadang-kadang makeup) dari glam rock seperti Alice Cooper dan Kiss. Lirik band-band glam metal khas menekankan hedonisme dan perilaku liar.

Aliran metal lain : 1980-an, 1990-an, 2000-an
Banyak subgenre dari heavy metal yang dikembangkan di luar arus utama komersial selama 1980-an. Beberapa upaya telah dilakukan untuk memetakan musik metal underground yang kompleks, terutama oleh para editor Allmusic, serta kritikus Garry Sharpe-Young. Sharpe-Young multivolume memisahkan logam ensiklopedia bawah tanah ke dalam lima kategori utama: thrash metal, death metal, black metal, power metal, dan subgenre doom dan gothic metal.

New fusions : 1990-an dan awal 2000-an
Era dominasi utama metal di Amerika Utara berakhir pada awal 1990-an dengan munculnya Nirvana dan band grunge lainnya, menandakan terobosan populer rock alternatif. Grunge dipengaruhi oleh suara heavy metal, namun ditolak ekses dari band-band metal lebih populer, seperti mereka "solo mencolok dan virtuoso" dan "penampilan-driven" orientasi MTV.

Glam metal jatuh dari ketenaran karena tidak hanya karena keberhasilan grunge, tetapi juga karena semakin populernya suara lebih agresif yang ditandai oleh Metallica dan pasca-thrash alur metal Zombie Pantera dan White.

Tren terbaru ; pertengahan tahun 2000-an
Metal tetap populer di tahun 2000-an, terutama di benua Eropa. Pada milenium baru Skandinavia telah muncul sebagai salah satu daerah penghasil band inovatif dan sukses, sementara Belgia, Belanda dan terutama Jerman adalah pasar yang paling signifikan. 

Kamis, 17 Januari 2013

Perubahan Dan Perkembangan Organisasi


1. Faktorktor Perubahan Organisasi


Secara garis besar faktor penyebab terjadinya perubahan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
  1. Faktor ekstern,
  2. Faktor intern.

Faktor Ekstern
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
Perkembangan dan kemajuan teknologi juga merupakan penyebab penting dilakukannya perubahan. Penggantian perlengkapan lama dengan perlengkapan baru yang lebih modern menyebabkan perubahan dalam berbagai hal, misalnya: prosedur kerja, kualitas dan kuantitas tenaga kerja, jenis bahan baku, jenis output yang dihasilkan, system penggajian yang diberlakukan yang memungkinkan jumlah bagian-bagian yang ada dikurangi atau hubungan pola kerja diubah karena adanya perlengkapan baru.
Perkembangan IPTEK terus berlanjut sehingga setiap saat ditemukan berbagai produk teknologi baru yang secara langsung atau tidak memaksa organisasi untuk melakukan perubahan. Organisasi yang tidak tanggap dan bersedia menyerap berbagai temuan teknologi tersebut akan tertinggal dan pada gilirannya tidak akan sanggup survive.
Faktor Intern
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
-         Problem hubungan antar anggota,
-         Problem dalam proses kerja sama,
-         Problem keuangan.
Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal). Problem atasan bawahan yang sering timbul adalah problem yang menyangkut pengambilan keputusan dan komunikasi. Keputusan pimpinan yang berkenaan dengan system pengupahan, misalnya dianggap tidak adil atau tidak wajar oleh bawahan, atau putusan tentang pemberlakuan jam kerja yang dianggap terlalu lama, dsb. Hal ini akan menimbulkan tingkah laku anggota yang kurang menguntungkan organisasi, misalnya anggota sering terlambat. Komunikasi atasan bawahan juga sering menimbulkan problem. Keputusannya sendiri mungkin baik tetapi karena terjadi salah informasi, bawahan menolak keputusan pimpinan. Dalam hal seperti ini perubahan yang dilakukan akan menyangkut system saluran komunikasi yang digunakan.
Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesame anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota.
Proses kerja sama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Problem yang timbul dapat menyangkut masalah system kerjasamanya dan dapat pula menyangkut perlengkapan atau peralatan yang digunakan. Sistem kerja sama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. System birokrasi (kaku) menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi yang digunakan.
Perlengkapan yang digunakan dalam mengolah input menjadi output juga dapat merupakan penyebab dilakukannya perubahan. Tujuan penggunaan berbagai perlengkapan dan peralatan dalam proses kerjasama ialah agar diperoleh hasil secara efisien.


2. Proses Perubahan

  Ada beberapa tahapan dari proses perubahan suatu organisasi, contoh :

1. Karena ada tekanan & desakkan, dimana yang dimaksud di sini adalah, tekanan & desakkan dari pihak luar atau dalam untuk mengembangkan suatu organisasi agar mau berkembang dan berjalan lebih maksimal.

2. Interfrensi & Reorientasi biasanya melibatkan orang lain untuk mengelola, dimana dibutuhkan pengenalan kembali agar mengingatkan apa yang telah dicapai dan apa yang masih harus menjadi misi untuk mencapai visi suatu organisasi tersebut.

3. Diagnosa & Pengenalan masalah, dimana di sini berusaha ditemukan, apa yang menjadi sebab, dana mengakibatkan apa, serta bagaimana cara Organisasi tersebut memecahkan suatu masalah dengan baik.

4. Penemuan & Komitmen dari penyelesaian, setelah menemukan suatu hal yang baru terhadapa penyelesaiaan masalah, maka akan didaptkan komitmen baru, dimana harus dijalankan, agar seseuatu kegagalan di masa lampau tidak terulangi lagi di masa depannya.

5.Percobaan & penerimaan hasil, dimana setelah kita melakukan percobaan suatu yang baru, kitapun harus dapat menerima hasilnya, dan me
review kembali agar kita mengetahui dimana cacatnya suatu cara tersebut dan memodifikasi kembali agar perubahan itu menjadi lebih baik dan sesuai dengan yang diharapkan. 


3. Ciri-Ciri Pengembangan Organisasi

 
Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
  2. Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
  3. Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
  4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
  5. Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.

4. Metode Pengembangan Organisasi

 
Dalam kegiatan pengembangan organisasi terdapat berbagai macam metode yang pada dasarnya dikelompokan dalam 2 macam, yaitu metode pengembangan perilaku, dan metode pengembangan keterampilan dan sikap.

1. Metode Pengembangan Perilaku
Metode pengembangan perilaku atau Behavioral Development Methode merupakan metode yang berusaha menyelidiki secara mendalam tentang proses perilaku kelompok dan individu. Hal itu dapat dilakukan dengan mempergunakan berbagai cara. Dengan kata lain, metode pengembangan perilaku dapat dibedakan menjadi berberapa macam. Dalam buku ini hanya disebutkan 4 macam yaitu, jaringan manajerial, latihan kepekaan, pembentukan tim, dan umpan balik survai.
Jaringan manajerial : Jaringan manajerial atau kisi manajerial disebut juga latihan jaringan adalah suatu metode pengembangan organisasi yang didasarkan jaringan material. Teori ini dipelopori oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Menurut mereka, gaya kepemimpinan akan menjadi sangat efektif apabila perhatian pimpinan terhadap produksi dan orang dalam keadaan seimbang. Dalam hal demikian pimpinan menunjukkan perhatian tinggi baik terhadap produksi maupun terhadap orang.
Latihan Kepekaan : merupakan latihan dalam kelompok. Oleh karena itu metode ini dinamakan pula metode T-group. dalam metode ini yang dimaksud dengan kepekaan adalah kepekaan terhadap diri sendiri dan terhadap hubungan diri sendiri dengan orang lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan bahwa kesulitan untuk berprestasi disebabkan oleh adanya persoalan emosional dari kelompok orang-orang yang harus mencapi tujuan.
Pembentukan Tim : Merupakan salah satu metode pengembangan organisasi dengan mengembangkan perilaku kelompok melalui suatu teknik intervensi yang disebut pembentukan tim. Tujuan dari pada pengembangan perilaku kelompok ialah untuk melakukan pekerjaan secara efektif dengan membentuk tim.
Umpan Balik Survai : adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan dengan tingkah laku, sikap, seta berbagai perasaan lain yang ada pada diri setiap anggota organisasi.

2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap
Metode ini merupakan suatu program latihan yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu yang dimaksud dengan latihan atau training adalah suatu proses pengembangan kecakapan, pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari para anggota organisasi. Program latihan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya ialah latihan di tempat kerja, latihan instruksi kerja, latihan di luar tempat pekerjaan, dan latihan di tempat kerja tiruan.

Latihan di tempat kerja : Latihan kerja di tempat kerja yang sebenarnya. Latihan ini melatih anggota organisasi untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan dengan lebih efisien. Keuntungan yang diperoleh dalam latihan di tempat kerja ini antara lain, sangat ekonomis karena para peserta tetap produktif selama mereka mengikuti dan menjalankan latihan, selain itu prestasi anggota organisasi tidak akan berkurang atau hilang, hal ini sangat berbeda apabila dibanding dengan latihan yang diadakan diluar tempat kerja. Latihan yang di luar tempat kerja akan mengakibatkan sebagian prestasi hilang apabila peserta latihan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
Latihan instruksi kerja : Terdiri dari 3 macam yaitu Job Instruction Training (latihan mengenai proses pemberian instruksi-instruksi kerja. Para peserta latihan mula-mula diperkenalkan dengan pekerjaan, dan kepada mereka diberikan berbagai instruksi dan demonstrasi secara bertahap mengenai fungsi pekerjaan.) Job Methode Training (Latihan yang berhubungan dengan penyederhanaan kerja) Job Relation Training (Latihan yang berhubungan dengan faktor manusian di dalam pekerjaannya setiap hari)
Latihan di luar tempat kerja : merupakan latihan yang diadakan di luar tempat kerja. Salah satu keuntungan dari latihan ini adalah adanya motivasi dari para peserta latihan untuk lebih memahami materi/bahan pelajaran mengingat mereka tidak dibebani dengan pekerjaan selama mereka mengikuti latihan.
Latihan di tempat kerja tiruan : adalah latihan yang diberikan pada tempat kerja tiruan. Latihan ini umumnya diberikan kepada mereka yang bekerja di tempat-tempat kerja yang membawa risiko cukup besar. Dengan latihan ini diharapkan para peserta lebih banyak menguasai tentang teknik-teknik kerja yang baik.

sumber http://kennygumay.blogspot.com/2012/11/perubahan-dan-perkembangan-organisasi.html:

Konflik dalam organisasi



Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Didalam Organisasi tidak dapat di pungkiri pasti terdapat suatu konflik, konflik ini terjadi karena setiap orang-orang yang terlibat organisasi pasti mempunyai visi, misi , dan karakter yang berbeda, akan tetapi tidak semua konflik merugikan, asalkan konflik tersebut ditata dengan baik maka dapat menguntungkan organisasi.
Pengertian Konflik
Konflik dapat diartikan sebagai ketidak setujuan antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok-kelompok dalam organisasi yang timbul karena mereka harus menggunakan sumber daya yang langka secara bersama-sama atau menjalankan kegiatan bersama-sama dan atau karena mereka mempunyai status, tujuan, nilai-nilai dan persepsi yang berbeda. Anggota-anggota organisasi yang mengalami ketidaksepakatan tersebut biasanya mencoba menjelaskan duduk persoalannya dari pandangan mereka.
Macam-macam Konflik
  1. Dari segi fihak yang terlibat dalam konflik
  2. Dari segi ini konflik dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
* Konflik individu dengan individu. Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan individu pimpinan dari berbagai tingkatan. Individu pimpinan dengan individu karyawan maupun antara inbdividu karyawan dengan individu karyawan lainnya.
* Konflik individu dengan kelompok. Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan kelompok ataupun antara individu karyawan dengan kempok pimpinan.
* Konflik kelompok dengan kelompok. Ini bisa terjadi antara kelompok pimpinan dengan kelompok karyawan, kelompok pimpinan dengan kelompok pimpinan yang lain dalam berbagai tingkatan maupun antara kelompok karyawan dengan kelompok karyawan yang lain.
  1. Dari segi dampak yang timbul
Dari segi dampak yang timbul, konflik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu konflik fungsional dan konflik infungsional. Konflik dikatakan fungsional apabila dampaknya dapat memberi manfaat atau keuntungan bagi organisasi, sebaliknya disebut infungsional apabila dampaknya justru merugikan organisasi. Konflik dapat menjadi fungsional apabila dikelola dan dikendalikan dengan baik.
Sebab-sebab Timbulnya Konflik
Faktor-faktor yang dapat menimbulkan adanya konflik dalam suatu organisasi antara lain adalah :
1. Berbagai sumber daya yang langka
Karena sumber daya yang dimiliki organisasi terbatas / langka maka perlu dialokasikan. Dalam alokasi sumber daya tersebut suatu kelompok mungkin menerima kurang dari kelompok yang lain. Hal ini dapat menjadi sumber konflik.
2. Perbedaan dalam tujuan
Dalam suatu organisasi biasanya terdiri dari atas berbagai macam bagian yang bisa mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Perbedaan tujuan dari berbagai bagian ini kalau kurang adanya koordinasi dapat menimbulkan adanya konflik. Sebagai contoh : bagian penjualan mungkin ingin meningkatkan valume penjualan dengan memberikan persyaratan-persyaratan pembelian yang lunak, seperti kredit dengan bunga rendah, jangka waktu yang lebih lama, seleksi calon pembeli yang tidak terlalu ketat dan sebagainya. Upaya yang dilakukan oleh bagian penjualan semacam ini mungkin akan mengakibatkan peningkatan jumlah piutang dalam tingkat yang cukup tinggi. Apabila hal ini dipandang dari sudut keuangan, mungkin tidak dikehendaki karena akan memerlukan tambahan dana yang cukup besar.
3. Saling ketergantungan dalam menjalankan pekerjaan
Organisasi merupakan gabungan dari berbagai bagian yang saling berinteraksi. Akibatnya kegiatan satu pihak mungkin dapat merugikan pihak lain. Dan ini merupakan sumber konflik pula. Sebagai contoh : bagian akademik telah membuat jadwal ujian beserta pengawanya, setapi bagian tata usaha terlambat menyampaikan surat pemberitahuan kepada para pengawas dan penguji sehingga mengakibatkan terganggunya pelaksanaan ujian.
4. Perbedaan dalam nilai atau persepsi
Perbedaan dalam tujuan biasanya dibarengi dengan perbedaan dalam sikap, nilai dan persepsi  yang bisa mengarah ke timbulnya konflik. Sebagai contoh : seorang pimpinan muda mungkin merasa tidak senang sewaktu diberi tugas-tugas rutin karena dianggap kurang menantang kreativitasnya untuk berkembang, sementara pimpinan yang lebih senior merasa bahwa tugas-t ugas rutin tersebut merupakan bagian dari pelatihan.
5. Sebab-sebab lain
Selain sebab-sebab di atas, sebab-sebab lain yang mungkin dapat menimbulkan konflik dalam organisasi misalnya gaya seseorang dalam bekerja, ketidak jelasan organisasi dan masalah-masalah komunikasi.
Penanganan Konflik
Metode yang sering digunakan untuk menangani konflik adalah pertama dengan mengurangi konflik; kedua dengan menyelesaikan konflik. Untuk metode pengurangan konflik salah satu cara yang sering efektif adalah dengan mendinginkan persoalan terlebih dahulu (cooling thing down). Meskipun demikian cara semacam ini sebenarnya belum menyentuh persoalan yang sebenarnya. Cara lain adalah dengan membuat “musuh bersama”, sehingga para anggota di dalam kelompok tersebut bersatu untuk menghadapi “musuh” tersebut. Cara semacam ini sebenarnya juga hanya mengalihkan perhatian para anggota kelompok yang sedang mengalami konflik. Cara kedua dengan metode penyelesaian konflik. Cara yang ditempuh adalah dengan mendominasi atau menekan, berkompromi dan penyelesaian masalah secara integratif.
* Dominasi (Penekanan)
Dominasi dan penekanan mempunyai persamaan makna, yaitu keduanya menekan konflik, dan bukan memecahkannya, dengan memaksanya “tenggelam” ke bawah permukaan dan mereka menciptakan situasi yang menang dan yang kalah. Pihak yang kalah biasanya terpaksa memberikan jalan kepada yang lebih tinggi kekuasaannya, menjadi kecewa dan dendam. Penekanan dan dominasi bisa dinyatakan dalam bentuk pemaksaan sampai dengan pengambilan keputusan dengan suara terbanyak (voting).
* Kompromi
Melalui kompromi mencoba menyelesaikan konflik dengan menemukan dasar yang di tengah dari dua pihak yang berkonflik ( win-win solution ). Cara ini lebih memperkecil kemungkinan untuk munculnya permusuhan yang terpendam dari dua belah pihak yang berkonflik, karena tidak ada yang merasa menang maupun kalah. Meskipun demikian, dipandang dari pertimbangan organisasi pemecahan ini bukanlah cara yang terbaik, karena tidak membuat penyelesaian yang terbaik pula bagi organisasi, hanya untuk menyenangkan kedua belah pihak yang saling bertentangan atau berkonflik
* Penyelesaian secara integratif
Dengan menyelesaikan konflik secara integratif, konflik antar kelompok diubah menjadi situasi pemecahan persoalan bersama yang bisa dipecahkan dengan bantuan tehnik-tehnik pemecahan masalah (problem solving). Pihak-pihak yang bertentangan bersama-sama mencoba memecahkan masalahnya,dan bukan hanya mencoba menekan konflik atau berkompromi. Meskipun hal ini merupakan cara yang terbaik bagi organisasi, dalam prakteknya sering sulit tercapai secara memuaskan karena kurang adanya kemauan yang sunguh-sungguh dan jujur untuk memecahkan persoalan yang menimbulkan persoalan.